Blog yang berisi kumpulan artikel dan informasi seputar dunia asuhan keperawatan atau askep saat ini

Cara Mengobarti Penyakit Toksoplasma

Cara Mengobarti Penyakit Toksoplasma-- Untuk masalah pengobatan sebarnya tergantung kepada kepercayaan diri dan yakin bahwa segala penyakit pasti memiliki obatnya, tetapi jangan dijadikan acuan utama bahwa yang ditulis Asuhan Dunia keperawatan adalah yang paling benar, sehingga tidak ada konsultasi kepada dokter, boleh menggunkan tips asuhan dunia keperawatan namun harus diselingi dengan saran-saran dokter, oke sebelum masuk kemateri tentang cara pengobatan Penyakit Toksoplasma yang akan disampaikan oleh asuhan dunia keperawatan, dapat disimpulkan jangan jadikan artikel asuhan dunia keperawatan adalah tips terakhir atau langkah yang terbaik untuk penobatan Penyakit Toksoplasma, namun anda harus meminta saran kepada dokter yang berkaitan terlebih dahulu.

Asuhan Dunia Keperawatan

Berikut ini adalah Cara Mengobarti Penyakit Toksoplasma :
1. Sulfonamida

a. Sulfonamida dengan masa kerja pendek : Sulphaurea (tidak tersedia di Indonesia)
b. Sulfonamida dengan masa kerja medium : Sulphadiazine. sulphamethoxazole.
c. Sulfonamida dengan masa kerja panjang : Sulphamethoxydiazine (tidak terseida di Indonesia)
d. Sulfonamida dengan masa kerja sangat panjang : Sulphadoxine
e. Sulfonamida yang sulit diabsorbsi : Sulfaguanidine

Mekasnisme kerja : bakteriostatik dengan menghambat sintesa asam folat memblokade enzim yang membentuk asam float daro PABA (para-aminobenzoic acid)

Efek samping : yang paling sering adalah reaksi alergi, kerusakan ginjal karena deposit daro kristal Sulfonamida yang sukar larut dalam air,resiko hipernilirubinaemia pada kelahiran prametur, dan masih banyak lagi

2. Pyrimethamine
Merupakan antiparasit yang secara kimiawi dan farmakologi menyerupai trimetropim.

Mekanisme kerja : menggangu metabolisme parasit seperti sulfonomida, dosis untuk terapi infeksi secara umum bagi orang dewasa 50-70 mg per oral sehari sekali, dikombinasikan dengan 1-4 gram perhari sulfonamida, selama 1 hingga 3 minggu, setelah itu kurangi dosis obat setengah dosis dari yang sebelumnya

Efek samping : yang paling sering adalah kerusakan sel sel darah, khususnya jika diberikan dalam dosis tinggi.

3. Spiramycin (Rovamycine)
Merupakan antibiotika makrolida yang paling aktif terhadap toksoplasmosis diantara antibiotika lainya yang memiliki mekanisme kerja yang sama adalah seperti clindamycin, midecamycin, dan jasamycin.

Spiramycin merupakan antibiotika yang paling banyak digunakan untuk mengatasi kasus toksoplasma karena :
a. Aktifitas intraselularnya sangat tinggi
b. kondentrasi di plasenta yang tinggi (6.2 mg/I) Sehingga dapat mencegah infeksi material infiltrasi ke janin
c. Aman bafi fetus
d. Ditoleransi dengan baik oleh ibu hamil

Demikianlah yang dapat disampikan Asuhan Dunia Keperawatan, semoga artikel Cara Mengobarti Penyakit Toksoplasma dapat bermanfaat bagi kita semua, baca juga artikel Asuhan Dunia Keperawatan lainya yaitu Definisi Dan Jenis Penyakit Toksoplasmosis

Baca Juga Tips Dunia Keperawatan